Bahagia telah mati



Aku berusaha tersenyum untuk kalian. Aku berusaha menyelesaikan masalahku sendiri. Aku menjadi penasehat terbaik untuk kalian, menebar tawa, senyum, bahagia.
Namun, apakah kalian tau itu semua bukan diriku sesungguhnya.
Aku yang sesungguhnya ialah saat aku sendiri. Aku mulai gila daat dimana semua masalah dibebankan kepadaku, cacian, makian, hinaan, bahkan kekerasan membuatku gila.

Setiap aku pulang, aku menyendiri di dalam bilik kamarku, keluar kamar hanya sesekali itupun saat makan ataupun kekamar mandi.
Tapi orangtua ku tak mengukai itu, jika aku hanya berdiam diri saja dirumah aku selalu dimarahi, ya aku tau aku ini anak berpenyakitan yang tak tau diri.
Disini aku hidup dengan keluarga kandungku, namun ku merasa mereka semua bukanlah keluargaku.
Aku benci keluargaku, tapi aku tak bisa berbuat apa apa selain menyakiti diriku.
Ada beberapa teman yang mengetahui keadaan ku, tetapi mereka hanya menyalahkan ku, menyuruh ku untuk bersabar dan bersabar.
Aku sudah lama bersabar dengan keadaan ini. Aku selalu baik terhadap orang lain, aku selalu memikirkan perasaan orang lain terlebih dahulu daripada perasaan ku sendiri, namun aku merasa itu semua hanyalah hal bodoh yang ku lakukan, sebanyak apapun aku menebar kebahagiaan, sebanyak apapun aku menebar senyuman, diriku yang sebenarnya ialah sudah tak lagi memiliki senyuman itu. Itu hanyalah topeng yang ku pakai agar aku lupa akan rasa kesedihan. Dan aku seperti tak mendapatkan dari hasil jeri payahku menebar benih kebahagiaan. Aku masih saja gila yang ntah sampai kapan ini

Aku berpikir mungkin didunia ini memang tak ada yang menyayangiku, mereka yang berusaha menasehati ku mungkin hanya berpura - pura, seperti aku berpura - pura bahagia.
Mereka hanya bisa menasehati namun tak tau bagaimana rasanya tersakiti. Siapa yang ingin gila seperti ini, aku pun tak ingin gila seperti ini, tapi inilah caraku untuk menenangkan diriku.

Dalam diriku hanyalah tinggal Kesedihan, Kebahagiaan telah mati, tak ada tempat untuk kebahgian datang dalam hidupku.


#rr

Komentar